Senin, 01 Juli 2013

Tanaman Obat Diabetes





Pertama nge-blog, aku mau nge-pos salah satu tanaman obat yang mungkin baru-baru ini dikenal masyarakat. Mulai aja ya.

1. Tanaman sambung nyawa


Sekilas nama tanaman ini agak menggelitik perut. Kok ada tanaman yang bisa nyambung nyawa manusia. Tanaman yang bernama latin Gynura procumbens dapat ditanam dengan mudah di daerah dataran rendah. Biasanya tanaman ini tumbuh liar di hutan ataupun di pekarangan rumah. Sambung nyawa umumnya banyak ditemui di pulau Jawa, Sumatera, dan banyak tumbuh liar di Pulau Bali. Walaupun begitu, sambung pucuk juga dapat di temui di Pulau Kalimantan.

Tanaman yang bernama lain Akar sebiak ini memiliki khasiat dalam pengobatan berbagai macam penyakit. Mulai dari menurunkan tekanan darah hingga dapat mengatasi kanker dan tumor. Berikut macam-macam khasiat tumbuhan sambung nyawa :
1.       Menurunkan tekanan darah dan gula darah sehingga cocok bagi yang mengidap diabetes dan darah tinggi.
2.       Dapat mengatasi sinusitis, amandel, polip dan radang tenggorokan.
3.       Mengatasi kanker dan tumor.
4.       Menurunkan demam              
5.       Menyembuhkan penyakit ginjal dan menghentikan perdarahan.
6.       Mengatasi menstruasi yang tidak teratur
7.       Mengatasi gigitan ular berbisa, dll. 

 Sambung nyawa memiliki sifat antikarsinogenik, antimicrobial, dan antineoplastik. Senyawa yang terkandung dalam tumbuhan ini adalah antara lain flavonoid, tanin, saponin, dan steroid.
Biasanya tanaman sambung nyawa dikonsumsi dengan cara di makan langsung sebagai daun lalapan.

Cara lain adalah dengan melumatkan daun atau bagian tanaman sambung nyawa yang lain, lalu di 
sapukan atau dioleskan pada bagian tubuh yang sakit. Cara ini umumnya untuk penyakit sejenis luka luar.

Untuk dapat mengembangbiakkan tanaman sambung nyawa dapat dilakukan dengan cara stek batang. Cara ini cukup mudah, tinggal tancapkan batang tanaman ini lalu beberapa minggu kemudian sudah dapat hidup dan dapat dikonsumsi.

2. Tanaman Insulin/ Yakon

Tanaman Yakon ( dibaca : Yakong) atau dalam masyarakat awam dikenal sebagai daun insulin merupakan tanaman yang berkhasiat mengatasi penyakit gula darah/ diabetes.
Tanaman ini berasal dari pegunungan Andes Peru, dan dapat ditemukan pula di hutan hujan tropis Amerika Selatan, Ekuador, Bolivia dan Kolombia. Saat ini, yakon telah dibudidayakan dibanyak negara seperti Amerika, Brazil, Jepang, Korea, Taiwan, Selandia Baru, Australia dan Republik Czech. Tak terkecuali Indonesia.
Di Indonesia, Yakon pertama kali dikenal sekitar tahun 2006. Pusat pembudidayaannya terdapat di kota Bandung dan Yogyakarta. Yakon dapat tumbuh subur tergantung kesuburan tanahnya. Semakin subur tanah, maka tanaman ini juga semakin subur.

Yakon yang bernama latin Smallanthus Sonchifolia merupakan tanaman ber-umbi yang memiliki daun menjari yang berbulu halus. Daun tanaman ini memiliki aroma seperti daun jambu air dan dapat dimakan. Umbi nya berwarna putih, dapat dimakan mentah atau diolah seperti halnya singkong. Umbinya berasa manis dan dapat dibuat sirup ataupun pemanis. Rasa manis yang dihasilkan oleh umbi ini tidak berbahaya bagi penderita diabetes karena mengandung kalori yang tidak banyak sehingga aman dikonsumsi. Untuk meningkatkan rasa manit sebaiknya umbi ini di jemur di bawah sinar matahari sampai kulitnya mengkerut. Ini mungkin supaya kandungan airnya berkurang.

Dari namanya, tanaman yakon ternyata mengandung insulin, yaitu zat gula yang tidak dapat diserap tubuh. Oleh karena itu, walaupun rasa umbi yakon manis tetapi kalori yang di kandung rendah.
Umbi yakon dapat  menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Umbi yakon tidak terbukti dapat menurunkan kadar gula dalam darah tetapi tidak mengakibatkan peningkatan gula darah.
Selain Umbinya, daun yakon juga memili banyak khasiat sebagai berikut :
1. Sebagai obat diabetes, yaitu dapat menurunkan kadar gula darah
2. Sebagai penguat hati dan obat masalah hati
3. Sebagai antimikrobial untuk ginjal dan infeksi kandung kemih
4. Sebagai antioksidan (terutama pada hati)

Aku rasa sudah cukup aku menge-pos info tanaman obatnya. Maaf kalau kurang lengkap. Kritik dan saran aku tunggu ya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar