Tak jarang, bencana ini tidak hanya mengakibatkan rugi materi saja. Namun sampai merenggut korban jiwa. Sudah banyak air mata menetes karenanya. Kita sebagai hamba Tuhan hanya bisa pasrah dan berdoa kepada-Nya.
Kali ini, mimin bakal nulis tentang bencana alam yang hangat-hangatnya dibicarakan akhir-akhir ini. Langsung aja ya.. Cekidot..
Batuk Gunung Sinabung
Teman-teman kita di Sumatera Utara sekarang sedang kesusahan. Hanya karena batuk ? Eits jangan salah kaprah dulu. Kalau yang batuk manusia sih biasa aja. Paling banter kita ketularan virusnya. Tapi yang lagi kita bicarakan bukan batuk yang itu. Yang kita bicarakan adalah... sebuah gunung.. yayaya... gunung berapi.. yayaya.. Gunung Sinabung.. yayaya.. Meletus.. What !!!!
Ya seperti yang sudah dibilang di atas. Gunung sinabung yang terletak di kabupaten karo, sumatera utara telah meletus. Ratusan orang yang mendiami di sekitar lereng gunung telah mengungsi. setelah beberapa lama, warga merasa kalau gunung sinabung sudah lumayan aman sehingga mereka bisa kembali ke rumah. Padahal dari pemerintah belum menyatakan kondisi gunung sinabung cukup aman untuk mereka kembali ke rumah.
Akibatnya belasan orang meninggal akibat awan panas yang mendadak diletuskan kembali oleh gunung sinabung.
Erupsi gunung sinabung tidak hanya sekali atau dua kali. Namun erupsi lainnya kembali terjadi. Hal ini mengakibatkan para pengungsi tak kunjung kembali ke rumah. Inilah yang Mimin sebut Batuk Gunung Sinabung.
Kabut Asap menyelimuti kota Khatulistiwa
Jika di Sumatera Utara sedang terjadi gunung meletus. Beda lagi dengan keadaan di daerah mimin. Kalau daerah lain di Indonesia sedang hujan sampai menyebabkan banjir. Lain halnya dengan kota Pontianak. Cuaca dan musim Kota Pontianak seringkali berbeda dengan daerah lain. Kalau sekarang daerah lain sedang hujan. Maka di Pontianak sedang kemarau.
Beberapa minggu ini Pontianak tidak mendapat hujan seperti biasa. Cuaca di siang hari pun panas sekali. Matahari memancarkan panasnya dengan terik. Ditambah lagi adanya pembakaran lahan yang sengaja di lakukan. Kedua hal ini mengakibatkan timbulnya kabut asap.
Kalau kabut saja sih biasa aja. Tapi ynag ini namanya KABUT ASAP. Pagi-pagi aja, pas mimin baru bangun tidur sudah ada asap tebal masuk rumah. Macam ada kebakaran saja. Apalagi mimin alergi sama yang namanya asap. Jadi deh, udahlah napas sesak. Ditambah hidung yang mampet pula.
Selama beberapa minggu, mimin dan masyarakat lainnya selalu memakai masker saat keluar rumah. kabarnya, yang paling parah adalah saat malam hari dan berlanjut pagi hari saat mimin mau berangkat sekolah. Untung sekolah ada diliburkan, yah meski hanya dua hari, tapi lumayanlah.
Alhamdulillah tepat hari ini, hujan sudah turun. Meski tidak terlalu deras, bisalah untuk nyiram pohon tepi jalan yang udah hampir kering kayak musim gugur kalau di luar negeri.
Gunung Kelud meletus
Tepat saat malam hari Valentine, tanggal 13 Februari yang lalu. Salah satu gunung di Jawa Timur meletus. Letusan yang terjadi pada malam hari ini sontak membuat masyarakat panik dan segera mengungsi.
Pagi harinya barulah ramai diberitakan di banyak media massa. Mimin juga tahunya pas nonton TV kemarin pagi. Kabarnya, abu vulkanik erupsi gunung keud tidak hanya menghujani daerah sekitarnya. Tapi juga sampai ke Jawa Barat dan Nusa tenggara.
Dimana-mana kabut abu menyelimuti kota yang terkena hujan abu tersebut. Jarak pandang yang pendek sangat berbahaya bagi pengguna kendaraan bermotor.
Dari yang mimin tahu, akibat hujan abu vulkanik ini. Sekolah diliburkan. Bandara terhambat aktivitasnya karena pesawat tidak bisa beroperasi dalam jarak pandang yang tidak seberapa itu.
ArN


